Masa lalu usai sudah
Jangan kau buat dirimu susah
Bukankah ia yang kau endapkan dalam pikiran telah mati?
Karena ia yang sekarang bukan ia yang dulu lagi
Bukankah malam itu sunyi, tuan?
Coba biarkan aku mengintip isi kepalamu
Barangkali ada jangkrik beranakpinak di situ
Uh, penuh sampah!
Tuan, mengapa kau suka menimbun masa lalu?
Mengapa tuan senang membicarakan senja?
Bukankah keindahan yang ia beri semu belaka?
Tengoklah malam ya tuan
Ia mendekapmu tiap sepi hendak menculik jiwamu