Jalan pulang selalu ada, sista,
begitu pula jalan untuk kembali, akan selalu menggoda,
selama pencarian belum menemukan tujuan,
selama petualangan belum mencapai kepuasan,
selama itu pula jiwa dan raga kita akan menafikan rumah yang sudah disediakan,
mengingkari setapak demi setapak jalan pulang..