Pernah aku rangkai perlembar harimu
Ku ukir ujung merah lembut bibirmu
Namun
Pernah jua aku menjelma hujan
Yang membasahi pipimu
Hingga sepasang mata itu berkaca
Dan
Pernah jua aku menjadi petir
Ketika sikapku kadang tak kau pahami
Akankah aku menjadi pelangi
Yang tak kunjung selesai mewarnai...