harimau1212
Suka Semprot
- Daftar
- 11 Jan 2026
- Post
- 22
- Like diterima
- 62
Saat itu aku sedang diminta menjaga rumah adik, karena keluarganya akan pergi hingga sore dan Tinah tinggal di rumah, karena kondisi perutnya yang kurang baik. Menjelang keberangkatan keluarga adik, aku sudah datang di sana.
"Mas..Tinah di rumah, perutnya agak kurang beres. Mis yang tak bawa", adikku memberi tahu. "Oo..ya", jawabku. Tak berapa lama mereka telah berangkat. Aku bergegas memasukkan sepeda motor ke dalam rumah.
Tinah lalu mengunci pagar. Aku masuk rumah lalu cepat - cepat duduk di depan komputer, browsing, karena suami adikku memasang internet untuk mendukung pekerjaannya.
Mengecek email; cari info ini itu dan..tentunya get into DS..he3x. 10menit kemudian Tinah
Maria Ozawa sedang disetubuhi di kamar mandi. Aku lalu masuk kamar mandi, membuka jins dan cd lalu mengeluarkan p***s. Agak susah juga kencing dengan p***s yang sedikit tegang. "Lah. pintu lupa tak tutup", aku terkejut.
"Terlanjur.***k ada orang lain kok",
, aku
mendinginkan diri.
Aku keluar dari kamar mandi dan kembali duduk di depan komputer, melanjutkan ngubek - ubek DS. "Cari camilan di meja makan ahjadi lapar" Aku mencari apa yang bisa dimakan untuk menemani kesibukan nge net. "Ada roti sama biskuit nih..asyik"
". Roti kusemir mentega dan
selai kacang dan diatasnya kulapis dengan selai blueberry, "Hmm..enaknya. Nanti bikin lagi ah.masih banyak rotinya".
'. Rumah adikku tipe
agak kecil, jadi jarak antar ruangan agak dekat.
Sesekali aku meliriknya. "Sedikit putih ternyata anak ini. Bodynya biasa aja sih, langsing dan kayaknya masih padat. Wah..ini gara - gara masuk situs DS jadi mikir macem - macem..hi3x",
, pikiranku berkata - kata. Karena
jarak kami yang lumayan dekat, maka ketika Tinah bersimpuh di lantai merapikan mainan di keranjang, otomatis kaosnya yang sedikit longgar memperlihatkan sebentuk keindahan yang terbungkus penutup warna biru. Tinah jelas tidak tahu kenakalan mataku yang sedang menatap sebagian keindahan tubuhnya. Pkv Game
"Andaikan aku...uhh..ngayal nih"
. Tak terasa
penisku mulai membesar, "Ke kamar mandi mbetulin posisi p***s nih..sambil kencing".
Komputer kutinggal dengan layar bergambar
menyajikan segelas es teh untukku.
"Makasih ya Tin", ucapku. "Iya Pak..silakan
diminum", kata Tinah. Pembantu - pembantu adikku memang dibiasakan memanggil "Pak" pada saudara - saudara majikannya, padahal terdengar sedikit asing di telinga.
Tinah lalu kembali ke dapur, aku lalu meminum es tehnya, "Hah…segernya", cuaca sedikit panas walau agak mendung. Tinah kembali memasuki ruang keluarga, merapikan mainan - mainan anak adikku. Posisi meja komputer dan mainan yang bertebaran di lantai selisih dua kotak.
Semula aku belum ngeh akan hal itu. Semula mataku menatap layar komputer di situs DS.
Saat Tinah mulai memasukkan kembali mainan
- mainan ke keranjang, baru aku menyadarinya.
"Mas..Tinah di rumah, perutnya agak kurang beres. Mis yang tak bawa", adikku memberi tahu. "Oo..ya", jawabku. Tak berapa lama mereka telah berangkat. Aku bergegas memasukkan sepeda motor ke dalam rumah.
Tinah lalu mengunci pagar. Aku masuk rumah lalu cepat - cepat duduk di depan komputer, browsing, karena suami adikku memasang internet untuk mendukung pekerjaannya.
Mengecek email; cari info ini itu dan..tentunya get into DS..he3x. 10menit kemudian Tinah
Maria Ozawa sedang disetubuhi di kamar mandi. Aku lalu masuk kamar mandi, membuka jins dan cd lalu mengeluarkan p***s. Agak susah juga kencing dengan p***s yang sedikit tegang. "Lah. pintu lupa tak tutup", aku terkejut.
"Terlanjur.***k ada orang lain kok",
, aku
mendinginkan diri.
Aku keluar dari kamar mandi dan kembali duduk di depan komputer, melanjutkan ngubek - ubek DS. "Cari camilan di meja makan ahjadi lapar" Aku mencari apa yang bisa dimakan untuk menemani kesibukan nge net. "Ada roti sama biskuit nih..asyik"
". Roti kusemir mentega dan
selai kacang dan diatasnya kulapis dengan selai blueberry, "Hmm..enaknya. Nanti bikin lagi ah.masih banyak rotinya".
'. Rumah adikku tipe
agak kecil, jadi jarak antar ruangan agak dekat.
Sesekali aku meliriknya. "Sedikit putih ternyata anak ini. Bodynya biasa aja sih, langsing dan kayaknya masih padat. Wah..ini gara - gara masuk situs DS jadi mikir macem - macem..hi3x",
, pikiranku berkata - kata. Karena
jarak kami yang lumayan dekat, maka ketika Tinah bersimpuh di lantai merapikan mainan di keranjang, otomatis kaosnya yang sedikit longgar memperlihatkan sebentuk keindahan yang terbungkus penutup warna biru. Tinah jelas tidak tahu kenakalan mataku yang sedang menatap sebagian keindahan tubuhnya. Pkv Game
"Andaikan aku...uhh..ngayal nih"
. Tak terasa
penisku mulai membesar, "Ke kamar mandi mbetulin posisi p***s nih..sambil kencing".
Komputer kutinggal dengan layar bergambar
menyajikan segelas es teh untukku.
"Makasih ya Tin", ucapku. "Iya Pak..silakan
diminum", kata Tinah. Pembantu - pembantu adikku memang dibiasakan memanggil "Pak" pada saudara - saudara majikannya, padahal terdengar sedikit asing di telinga.
Tinah lalu kembali ke dapur, aku lalu meminum es tehnya, "Hah…segernya", cuaca sedikit panas walau agak mendung. Tinah kembali memasuki ruang keluarga, merapikan mainan - mainan anak adikku. Posisi meja komputer dan mainan yang bertebaran di lantai selisih dua kotak.
Semula aku belum ngeh akan hal itu. Semula mataku menatap layar komputer di situs DS.
Saat Tinah mulai memasukkan kembali mainan
- mainan ke keranjang, baru aku menyadarinya.








