
Pos Kota | Sabtu, 2 April 2016 6:10 WIB
ORANG nganggur bisa jadi bantalnya setan, begitu nasihat orang tua. Slameto, 35, dari Gunung Kidul (DIY) telah membuktikannya. Karena sering nganggur gara-gara istrinya sering pergi, Slameto tega menggauli ABG tetangga, Kasiyati, 26, berulangkali. Akibatnya gadis itu hamil 6 bulan!
Pinisepuh selalu mengatakan, wong nganggur iku bantale setan (baca: pengangguran itu bisa memancing kejahatan). Nasihat itu memang benar adanya. Sebab setan memang gemar sekali mempengaruhi kaum pengangguran, dibujuk-bujuk untuk menuju jalan kesesatan. Apa lagi jika yang nganggur itu burung seorang suami, pikirannya bisa macem-macem ke sana kemari, mencari akal bagaimana agar si entong tidak selalu bengong.

Slameto warga Kecamatan Ponjong, Gunung Kidul, belakangan hidup dalam kegalauan. Soalnya bini tercinta kerja di luar kota, sehingga paling baru pulang sebulan sekali. Sebagai lelaki muda yang masih rosa-rosa macam Mbah Maridjan, dapat jatah sebulan sekali sungguh tidak puas. Kalau makanan, sebulan sekali baru dapat nasi, hari lain bisa diisi dengan singkong, ubi-ubian, atau thiwul.
Mau jajan di luaran, takut terkena penyakit. Mau selingkuh dengan bini tetangga tidak tahu tehnik dan kiatnya. Di samping takut dosa


Karena tak menemukan solusi sedangkan hasratnya selalu menyala, dia jadi nekad ketika Kasiyati gadis tetangga main ke rumah untuk minta api buat masak. Kebetulan rumah


Puas melampiaskan hajatnya, lain hari Slameto mengulangi lagi. Rupanya Kasiyati juga menikmati


Beberapa bulan kemudian skandal antar tetangga baru terungkap tanpa sengaja. Kala itu Kasiyati jatuh di kamar mandi. Saat ibunya memberi pertolongan, terlihat anak gadisnya kok membesar? Maka Kasiyati pun diinterogasi. Hasilnya, gadis ABG itu mengakui hamil akibat perbuatan Slameto lelaki tetangganya.
Tentu saja orangtua tidak terima, sehingga lapor ke Polsek Ponjong. Saat ditangkap Slameto tak bisa mengelak, karena dua alat bukti disodorkan di depan mata. Yakni pengakuan korban dan kondisi perut yang laksana tambur. Saya khilaf Pak, karena

