Nubi kurang tau cara pengobatannya om. Tp masalah dikucilkan atau tidak, tentu perusahaan ingin yg terbaik.
Lha GF nubi ditolak lantaran tinggi badan tdk proporsional, padahal yg dilamar adlh bagian akuntansi. Kalau dipikir, gak ada hubungannya tinggi badan dan masalah akuntansi.
Solusinya, ya cari perusahaan yg gak mementingkan buta warna atau tidak.
Kakak ipar nubi buta warna, tp ya karirnya melejit om. Lebih baik kita asah skill.

sedikit menanggapi ya suhu :
sampai saat ini memang belum ada obat atau cara untuk menyembuhkan. karena ini memang dari sananya, faktor genetik (kebanyakan), karena reseptor penglihatan warna yg tidak bisa berfungsi secara normal sehingga mata tdk bisa menangkap spektrum warna2 seutuhnya.
memang ada beberapa pekerjaan tertentu yang harus bisa melihat dan membedakan warna secara akurat seperti : masinis, pemandu lalu-lintas udara, profesi kesehatan, pilot,ahli listrik, ahli kimia, polisi, tentara. karena ketika profesi2 tsb tdk bisa membedakan salah satu warna bisa berakibat bahaya thd dirinya sendiri dan hasil pekerjaannya.
misal polisi:
seorang Polisi harus mampu membedakan warna dengan benar. Seorang dengan buta warna akan sulit mengerjakan tugas-tugas kepolisian, baik itu berhubungan dengan lalu lintas, penanganan huru-hara, dll
untuk TS, tetap semangat, berbesar hati dan berpikir positif, carilah celah untuk bidang-bidang pekerjaan yang tidak mempersyaratkan kemampuan membedakan warna. saya yakin masih banyak, bisa dicari lagi informasinya via net.
ada dua jenis buta warna :
1.Buta warna total akan mengalami keterbatasan dalam penglihatan yang hanya mampu mengenali warna hitam, putih, dan abu-abu.
2. Buta warna parsial sebenarnya memiliki penglihatan yang hampir sama dengan orang normal, yang membatasinya ialah ketika dua atau lebih warna digabungkan, maka penderita buta warna parsial akan kesulitan menangkap warna yang memiliki jumlah paling sedikit. Ia hanya mampu melihat warna yang mendominasi.
makasih atas info mendetail nya sist semoga ini menjadi suatu suntikan moral kepada nubi dan snasib dgn nubi , rasa nya sdih mengalami pnyakit ini ,se akan akan kami cuma tahu warna tp tak lbh kenal dgn warnamakasih atas info mendetail nya sist semoga ini menjadi suatu suntikan moral kepada nubi dan snasib dgn nubi , rasa nya sdih mengalami pnyakit ini ,se akan akan kami cuma tahu warna tp tak lbh kenal dgn warna
jangan sedih, bisa dialihkan ke jenis2 pekerjaan lain yg tidak mempersyaratkan bebas buta warna.
contoh, ada kakak kelas dulu pinter banget. Pengen jadi dokter. Pas tes SPMB (UMPTN) dia ketrima di fak. kedokteran PTN. betapa bahagia dia dan orangtuanya. Ketika melengkapi berkas untuk adminitrasi masuk sebagai mhsw, dia ga lulus test buta warna. akhirnya dipindahkan ke fakultas ekonomi. hancur hatinya.
Tapi pelan-pelan dia berusaha menerima keadaan itu, dia jalani dan dia ga mau menyerah. tetep bisa lulus dengan IPK bagus dan sekarang jadi akuntan di sebuah perusahaan.
ane dlu masuk fakultas ekonomi sist eh gak nyangkut gra gra ada test buta warna nya d Universitas tersbut, trus ane dsruh kluarga masuk fakultas hukum yg swasta, ane skt hati krna tidak ssuai kmauan ane, jd mjalani hari2 kuliah trasa brat, males gak skira,
sekarang, pelan2 diubah untuk bisa menerima. pasti ada aja jalannya untuk kebaikan suhu dimasa depan.
![]()
mudahan sya bsa menerima keadaan makasih sist 
Turut prihatin dengan penyakit yg menimpa Agan Hirangan...
Memang benar apa kata Kak Rose... Coba cari bidang pekerjaan yg tak berhubungan dgn buta warna aja gan. Pasti ada kok.
Untuk kesembuhan sih ane gak bisa jamin, karena itu kehendak yg Maha Kuasa...
Tapi coba Agan pijat mata. Semacam pengobatan alternatif gitu...
Katanya sih yg dipijat syaraf2 matanya. Ane sih kurang tau seperti apa detailnya karena ane gak pernah liat langsung.
Ada yg sembuh dan ada yg tidak (relatif). Mungkin tergantung kerusakan matanya kali ya...
Tapi di samping pijat mata itu Agan juga kudu rajin makan wortel gan, dan banyak latihan mata (melihat benda2 yg warnanya sulit dibedakan).
Misalnya Agan susah liat warna ijo sama merah. Nah, suruh seseorang buat tunjukin beberapa benda yg berwarna tersebut sesering mungkin.
Biar matanya lambat laun dilatih terus. Katanya ada sih yg kondisi matanya membaik. Tapi ane gak bisa pastikan apakah treatment itu berfungsi buat agan atau nggak. Tapi kan yg namanya usaha gak boleh nyerah kan? Hehehe...
Semoga cepat sembuh ya gan...![]()


Yang ane tau sih kebanyakan kejadiannya karena faktor genetik dari semenjak lahir ke dunia.
Tapi ada juga beberapa yg karena penyakit. Seperti diabetes, parkinson, alzheimer, atau neuritis optik (kerusakan pada syaraf optik).
Buta warna total agak jarang kasusnya. Lebih banyak buta warna parsial yg gak bisa bedain beberapa warna.
Kalo ane sih sejujurnya kurang mendukung pendapat Agan Raymond 01 di point kedua dan ketiga. Kalaupun kita lolos test buta warna dengan 'jalan pintas', tapi keadaan itu cukup berbahaya jika benar2 berada dalam dunia kerja. Tak bisa membedakan warna di dunia kerja bisa menimbulkan kecelakaan kerja yg sangat fatal. Kesembuhan adalah target kita di room kesehatan ini.
Jika memang tempat tinggal Agan Hirangan berada di sekitar Bandung atau Jakarta, ada baiknya untuk memeriksakan matanya ke RS yg disebutkan Agan Raymond 01. Tapi jika Agan berada di tempat lain dan sangat jauh dari RS-RS tersebut, cobalah cari informasi pengobatan di tempat2 terdekat saja dari tempat Agan.
Kesembuhan itu ada di tangan Yang Maha Kuasa gan. Kita cuma dituntut untuk berusaha, seperti kata2 yg Agan liat di Signature-nya Kak Rose, hehehe...

Apa buta warna itu serasa nonton tipi hitam putih gitu yah?
Kecelakaan kerja itu hanya contoh terparah gan...
Tapi umumnya perusahaan itu lebih menekankan agar tak ada kesalahan dalam pekerjaan karyawan yg dapat menimbulkan kerugian.
memang sih kita pikir rada lebay dengan persyaratan mereka. Hehehe... Tapi kan mereka punya alasan kuat kenapa mereka mencantumkan persyaratan itu.
Kalo untuk kecelakaan kerjanya ane sendiri sih belum pernah liat secara langsung. Tapi ane pernah liat waktu ane masih SMA, kesalahan sempat terjadi pada temen ane waktu praktik kimia di lab. Saat itu dia tak tahu jika larutan yg dia buat konsentrasinya udah 'nyeleneh' karena dia tak tahu warna yg dihasilkan seperti apa (belakangan baru ketahuan kalo dia buta warna parsial). larutan miliknya sudah sangat pekat kadarnya, dan itu rencananya mau dicampurkan lagi ke larutan lain yg bersifat asam kuat. Bayangin aja kalo dia campurin tuh larutan, bisa2 ada efek yg timbul. Nah, bayangin aja kalo itu terjadi pada perusahaan besar yg berhubungan dengan farmasi atau produk kimia? kesalahan masal akan terjadi.
sngat menyentuh , pusing udah kpla ini gan
k dokter takut mahar nya kelebihan
sngat menyentuh , pusing udah kpla ini gan
k dokter takut mahar nya kelebihan
![]()
jangan takut suhu, belum dicoba. yang penting konsultasi dlu.

Yang ane tau sih kebanyakan kejadiannya karena faktor genetik dari semenjak lahir ke dunia.
Tapi ada juga beberapa yg karena penyakit. Seperti diabetes, parkinson, alzheimer, atau neuritis optik (kerusakan pada syaraf optik).
Buta warna total agak jarang kasusnya. Lebih banyak buta warna parsial yg gak bisa bedain beberapa warna.
Kalo ane sih sejujurnya kurang mendukung pendapat Agan Raymond 01 di point kedua dan ketiga. Kalaupun kita lolos test buta warna dengan 'jalan pintas', tapi keadaan itu cukup berbahaya jika benar2 berada dalam dunia kerja. Tak bisa membedakan warna di dunia kerja bisa menimbulkan kecelakaan kerja yg sangat fatal. Kesembuhan adalah target kita di room kesehatan ini.
Jika memang tempat tinggal Agan Hirangan berada di sekitar Bandung atau Jakarta, ada baiknya untuk memeriksakan matanya ke RS yg disebutkan Agan Raymond 01. Tapi jika Agan berada di tempat lain dan sangat jauh dari RS-RS tersebut, cobalah cari informasi pengobatan di tempat2 terdekat saja dari tempat Agan.
Kesembuhan itu ada di tangan Yang Maha Kuasa gan. Kita cuma dituntut untuk berusaha, seperti kata2 yg Agan liat di Signature-nya Kak Rose, hehehe...
kan gak mungkin sembuh juga![]()
Sebenarnya jawaban point kedua & ketiga tergantung dari jenis pekerjaannya yg dilamar.
Bahkan ada beberapa pekerjaan yg sangat berbahaya seperti militer yg merekrut prajurit buta warna untuk misi khusus (hal ini sangat berguna untuk melihat kamuflase musuh).
Bagaimana dgn penderita mata minus/plus dan berkacamata yg memegang atau melamar suatu pekerjaan tertentu? apkh bisa berbahaya? tentu saja bisa sangat berbahaya & fatal, tapi biasanya selama masih dalam batas toleransi tidak akan terlalu dipermasalahkan dan banyak juga mahasiswa/karyawan yg berkacamata minus/plus.
Apalagi jika memakai softlens... dari segi estetika tentu tidak terlihat "kekurangannya pada mata".
Masalahnya... media alat bantu kacamata/softlens buta warna ini belum SEPOPULER kacamata minus/plus, dimana media alat bantu kacamata/softlens butawarna ini harganya cukup lumayan mahal, berkisar Rp. 12jt - 15 jt bahkan bisa lebih.
Jika targetnya kesembuhan, tentunya membutuhkan media alat bantu.... alat bantu itu bernama chromagen atau enchroma (berupa kacamata atau softlens khusus), hampir sama halnya dgn penderita mata minus/plus yg membutuhkan media alat bantu yaitu kacamata/softlens minus/plus.
Info lengkap ada :
- http://www.color-blindness.com
- www.perdami.or.id (Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia)
- http://www.icoph.org (International Council of Ophthalmology)
Sudah periksa ke dokter spesialis mata? hasil diagnosisnya apa? buta warna karena genetik atau penyakit?
Mungkin keterangan di atas bisa sedikit memberikan solusinya.
Semoga bermanfaat.
belum sih suhu tp test kerja slalu nyangkut buta warnanya ,udh test ishihara kalau gak salah emang gk bsa liat rata rat warna nya sama 






