Waah mau dunk kk...
Barusan ane baca artikek menarik tentang kebudayaan ngopi..
Klo diijinkan ane cb syiyer..
Kongko-kongko di warung kopi sembari ngerokok dan
ngopi merupakan tradisi kultural yang berlangsung
secara turun-temurun bagi masyarakat Lasem,
Rembang, Jawa Tengah. Tak hanya ngopi dan ngerokok,
warung kopi merupakan pilihan utama untuk bersantai sembari
mengekspresikan cita rasa karya seninya melalui kopi cethe ,
kopi bolot atau kopi lelet . Saat ini masih belum ada catatan
sejarah mengenai kapan, siapa penemu, dan bagaimana
kebiasan kopi cethe itu lahir. Yang pasti, hampir tiap orang
yang berada di warung kopi di Lasem, tangannya tak pernah
luput dari secangkir kopi dan kretek yang penuh dengan
baluran kopi. Dalam membuat kopi cethe yang memiliki nilai
estetika dibutuhkan kopi dengan tingkat kehalusan tersendiri.
03¡ãUntuk membuat kopi cethe yang bagus, bubuk kopi yang
digunakan harus benar-benar halus. Kopi sasetan saja ndak
cukup. Biasanya, tukang kopi di Pasar Lasem menggiling
kopinya 3-4 empat kali sampai halus banget. Selain itu warna
kopi yang digunakan berpengaruh pada keindahan cethe -nya.
Biasanya kopi yang disangrai agak item lebih bagus digunakan
daripada yang cokelat. Biasanya kalau orang ngopi yang item
itu mereka ndak suka, karena itu gosong. Tapi kalau dibuat
cethe ya bagusan warna hitam, karena warna dasarnya putih,
jadi terlihat lebih hidup,03¡À terang Nuri, tetua Komunitas Cethe
asal Rembang kepada Bincangkopi.com dalam acara Pesta
Komunitas Nusantara: Tribute to Kretek (30/5), Cikini, Jakarta.
Untuk membuat kopi cethe , kopi yang sudah digiling sangat
halus diseduh dengan air mendidih kemudian diaduk hingga
merata, kemudian kita diamkan selama 3-5 menit. Selanjutnya,
kita tuangkan kopi ke dalam nampan atau lepek hingga
mendekati penuh dan kembali diamkan selama beberapa saat.
Kopi yang dituangkan ke dalam lepek , boleh kita minum atau
tuang kembali ke dalam cangkir hingga terlihat ampas kopi
pada lepek tersebut. Angkat cairan yang masih tersisa
menggunakan tisu agar benar-benar kering. Supaya kopi yang
dibalutkan pada rokok bisa menempel lebih kuat, kumpulkan
ampas kopi yang sudah kering dan campur dengan sedikit susu
kental. Bahan nyethe pun sudah siap. Untuk membuat
lukisannya, kita bisa menggunakan tusuk gigi. Cara kerja
nyethe kopi serupa dengan para pembatik tradisional, bedanya
tempat yang digunakan untuk mengekspresikan cita rasa
seninya adalah sebatang rokok.