Mirip2 kakaks..karena biasany mereka yg tau,akan membuang kadar gas dan asamny juga.. Itulah yg kdg buat kita maag ketika kita minum kopi.. Proses sangrai akan berpengaruh terhadap rasa..
![]()
Met malam para suhu KPK,,,
Mau bikin FR waktu ke Jogya 2 minggu yg lalu,terkendala jaringan yg lola terus nih![]()
, btw makasih bnget udah nimpuk ane pake cendol, ntar ane timpuk balik kalau dah bisa nimpuk, 
Ane diajarin temen minum kopi dengan menggunakan gula aren untuk menurunkan kadar asam. (Ane punya masalah asam lambung yang cenderung mudah naik). Udah beberapa kali ane perhatikan minum kopi di rumah tuh temen, bisa dua kali plus ketoprak cirebon. Biasanya ngobrol ngalor kidul sampai deket2 jam 12 an malem, dan ane g merasa ada desakan asam lambung (selalu sedia polycrol forte plus pariet, klo2 asam lambung naik tak terkendali).
Benarkah gula aren bisa menurunkan kadar asam sis? Mohon pencerahan untuk sang nubie
bisa,tp gak terlalu byk pengaruh.. Kadang ada beberapa kopi yg gak bs dipake sama gula aren.. Ada juga yg dia agak lama simpan kopiny,tp kedap udara,krn rasa asam akan sedikit berkurang,tp akan berpengaruh sama kualitas kopi tentunya.. Coba om seduh kopi yg pernah saia share.. Krn saia juga slalu bawa obat maag kalo mau ngupi2 cantik..
cara yg lain biasanya minum air putih.. Ato air lemon.. Terapi air lemon lumayan buat penderita maag.. Tp harus rajin.. Cocok buat pecinta kopi..
Syiyer acara ngopi di penghujung bulan kemarin,sebelum kopdar ketemu suhu² Prasojo,,
Nama tempat : House of Coffee
Lokasi : Depan halaman Yogya Family hotel
Om barista lagi oprek² pesanan
Ditawarin coldbrew,,,, (nubie dengernya kolbu) nubie bilangnya : coffee on the rock!
note : Jangan dicoba kalo blm makan aka perut kosong!
Pesan kopinya :
1 Toraja Kalosi, 10k
1 Papua, 10k
Cara penyajian v60 (netes² cees,, ceess,,)
Cemilan:
Tempe mendoan, 1 porsi isi 5 potong, 5k
Terasa ada yg kurang,, minta gula cair, direkomen dgn essen hazelnut & vanila
@ 5k
Rasanya? Boleh dicobain sendiri!
Total DC : ±40k (murah-meriah!)
tapi saia mau
ngupi2 cantik gak ajak2..

Kopi Luwak Liberika Cuma 50ribu
TRIBUNNEWS.COM - Ngopi saat ini telah menjadi budaya urban yang jamak ditemukan di berbagai
kota besar termasuk Yogyakarta. Seiring dengan hal
tersebut, juga semakin banyak bermunculan coffee
shop yang memberikan kualitas kopi yang baik dan
kenyamanan tempat. Tetapi tidak semua orang bisa setiap saat menikmati
kopi di coffee shop karena harganya yang terbilang
cukup tinggi. Berangkat dari hal tersebut, Fajar Adi
Winarko membuat sebuah coffee shop bernama
Buun Koeffie. Konsep dari coffee shop ini adalah berjualan
menggunakan gerobak layaknya kaki lima, tetapi
kualitas kopi yang dijual sesuai standar coffee shop. Fajar mengatakan, dirinya mendirikan usaha ini
untuk memberikan kopi yang berkualitas kepada
masyarakat dengan harga yang murah. Bahkan
untuk memberikan kualitas kopi terbaik kepada
masyarakat, Fajar bersama tiga rekannya yang lain
yang menjalankan usaha tersebut memiliki kebun kopi sendiri seluas sembilan hektar di Bogor, Jawa
Barat. "Kami menanam sendiri jenis kopi robusta secara
organik, dan kami beri nama Sunda Surlili. Dari setiap
satu ton kopi hasil panen, kami sortir menjadi 80
kilogram kopi terbaik dan itu yang kami gunakan di
kedai kami yang ada di sini dan di Bekasi," ungkap
Fajar saat ditemui di kedainya yang berada di Jalan Ipda Tut Harsono 8 Yogyakarta. Dengan memiliki kebun sendiri, menurut Fajar,
kualitas kopi yang dihasilkan benar-benar terkontrol
kualitasnya mulai dari penanaman hingga disajikan
dalam sebuah cangkir. Selain menyajikan kopi yang dinamai sendiri, Buun
Koeffie juga menyajikan kopi Luwak Liberika.
Menurut Fajar, kopi jenis ini keberadaannya sangat
langka di Indonesia. Bahkan Direktorat Jenderal
Perkebunan Departemen Pertanian telah
menyatakan kopi jenis Liberika sulit ditemukan di Indonesia. "Kopi jenis ini diperoleh dari daerah Jambi, dan kopi
luwak ini dihasilkan dari luwak liar. Sekarang kopi
jenis Liberika hanya ditemukan di daerah Kalimantan
dan Jambi," tambah Fajar. Untuk Kopi Luwak Liberika, hanya dijual Rp 50.000
per cangkir. Menurut Fajar, harga tersebut jauh di
bawah harga kopi luwak yang dijual di hotel maupun
di coffee shop lain yang harganya minimal Rp
100.000 per cangkir. Itu pun untuk jenis arabika.
Karena jarang coffee shop maupun hotel yang memiliki kopi jenis Liberika.

Pagi alll.. (tempat ane jam segini masih pagi)
lama tak mampir warung kopi ini.. ternyata udah di setiki.. Oohh..



Eeh,,, si om Langsa! Kemana aja om? Kangen dikirimin lagi sama om Langsa nih,,
Info yg
Bulan depan pulkam,pasti mampir nih![]()

Yang pasti,,black coffee is the best![]()




Ini die siang-siang ngupi cap LIONG memang mantap tapi enak gak ya campur KAHLUA?
![]()









